ICARE Sulut Perkuat Kualitas Produk dan Manajemen Rantai Pasok Koperasi
Minahasa Utara — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) terus memperkuat kapasitas pengelolaan usaha koperasi binaan program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kapasitas Manajemen Teknis bagi koperasi binaan ICARE di wilayah Kecamatan Kauditan dan Talawaan, Selasa, (13/10), bertempat di Casa Benedetta, Desa Warukapas, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota koperasi dalam mengelola usaha secara profesional, terencana, dan berkelanjutan. Melalui bimbingan teknis tersebut, peserta diharapkan mampu menerapkan prinsip manajemen teknis yang efektif untuk meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas produk, serta memperkuat daya saing usaha koperasi.
Anita Winokan, selaku Projek Implementation Unit (PIU ) ICARE Sulut, membuka kegiatan secara langsung. Kegiatan ini menghadirkan Clara Polii, Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulut, sebagai narasumber yang memberikan materi terkait penguatan manajemen usaha koperasi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai manajemen produksi dan mutu serta manajemen rantai pasok. Kedua materi tersebut menjadi aspek penting dalam pengembangan usaha koperasi karena berkaitan langsung dengan proses produksi, pengendalian kualitas, ketersediaan bahan baku, hingga penyaluran produk kepada konsumen.
Clara Polii menjelaskan bahwa keberhasilan penerapan manajemen teknis berbasis rantai pasok membutuhkan perencanaan yang didukung data akurat. Selain itu, koperasi perlu memilih pemasok yang tepat, menerapkan sistem pencatatan yang tertib, menjaga standar mutu secara konsisten, serta melaksanakan evaluasi secara berkala untuk memastikan kelancaran operasional usaha.
Ia juga menekankan bahwa pengendalian mutu merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha koperasi. Penerapan standar kualitas secara konsisten dapat memastikan produk memenuhi harapan pelanggan sekaligus membangun kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan koperasi.
Selain pengendalian mutu, Clara menyampaikan bahwa partisipasi aktif anggota memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pengelolaan usaha. Keterlibatan anggota dalam setiap proses usaha, mulai dari perencanaan hingga evaluasi, dapat memperkuat koordinasi, meningkatkan tanggung jawab bersama, dan mendorong terciptanya tata kelola koperasi yang lebih baik.
Pencatatan usaha yang tertib dan perbaikan berkelanjutan juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas manajemen koperasi. Melalui administrasi yang teratur dan evaluasi yang berkesinambungan, pengurus dapat memantau perkembangan usaha, mengidentifikasi kendala, serta menentukan langkah perbaikan berdasarkan kebutuhan dan kondisi usaha.
Melalui kegiatan bimtek ini, BRMP Sulut bersama program ICARE terus mendorong koperasi binaan di Kecamatan Kauditan dan Talawaan agar mampu mengembangkan usaha secara profesional, memperkuat rantai pasok, serta menghasilkan produk yang berkualitas. Penguatan kapasitas manajemen teknis ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan daya saing koperasi sebagai penggerak ekonomi anggota dan masyarakat di wilayah Sulut.